Sabtu, 01 Maret 2014

Pendamping Hidup



Pendamping Hidup



Bicara tentang kriteria lelaki idaman sebagai pendamping hidup. Aku menginginkan yang seiman denganku. Dia juga harus menerima aku apa adanya. Aku juga menginginkan seseorang yang setia, setia yang ku maksud adalah dalam banyak hal. Seseorang yang dapat dipercaya dan mengerti aku. Bersedia menegur dan mengingatkanku tanpa melukai perasaanku. Memegang teguh janji yang dia ucapkan. Terbuka dalam segala hal agar saling memahami. Berpenampilan rapi dan menjaga penampilan dengan baik. Ketampanan bukanlah hal penting. Tidak munafik, aku juga menginginkan orang yang berkecukupan secara materi. Berjiwa tangguh, tak mudah menyerah, optimis, mampu me-manage dirinya sendiri dengan atau tanpa aku. Mandiri dan tidak mudah terbawa arus apalagi terjerumus. Menyayangi keluargaku sebagaimana dia menyayangi keluarganya, adil bukan? Mampu menempatkan diri dengan baik. Aku juga ingin, dia mampu membimbingku untuk menjadi individu yang lebih baik. Mau mendengarkan, bukan hanya sekedar ingin didengar. Tak perlu romantis secara berlebihan, cukup dengan caranya sendiri tanpa menjiplak ide orang. Seseorang yang mudah cemburu tapi tidak berlebihan dan tetap berpikir rasional. Karena cemburu menunjukkan kadar cinta seseorang. Aku termasuk orang yang posesif, jika aku sangat menyayangi seseorang. Tak peduli, dia hanya jalan dengan teman wanitanya atau apapun itu. Jika aku tidak mengenal orang tersebut, tolong hindari. Jaga perasaanku. Karena aku terlalu mudah dikecewakan. Hal kecil saja, bisa mengganggu pikiran dan perasaanku. Aku suka dilibatkan dalam suatu hal, membuatku merasa dibutuhkan. Dengan menanyakan pendapat sekecil apapun itu, akan membuat seluruh perhatianku tertuju padanya. Aku ingin seorang lelaki yang bisa diandalkan, jadi, tidak bergantung pada orang lain. Inisiatif dan kreatif. Aku tidak suka orang monoton dan pasif, membuatku tidak nyaman karena merasa bosan. Sekecil apapun perhatian dan kejutan yang diberikan padaku, akan menambah keyakinanku. Sekali dibohongi, aku akan terus mengingatnya. Ingatanku cukup tajam dalam beberapa hal. Aku ingin orang yang bisa menjaga sikap di hadapan orang lain, tapi menjadi diri sendiri ketika bersamaku. Tegur aku, jika aku tak mengerti perasaan orang lain. Karena aku kurang peka untuk membaca perasaan orang lain. Biarkan aku menangis, saat aku membutuhkannya, karena itu mengurangi sedikit bebanku. Jangan bandingkan aku dengan orang lain, itu sangat menyakitkan untukku.



Yeni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar