Bicara tentang kriteria
lelaki idaman sebagai pendamping hidup. Aku menginginkan yang seiman denganku.
Dia juga harus menerima aku apa adanya. Aku juga menginginkan seseorang yang
setia, setia yang ku maksud adalah dalam banyak hal. Seseorang yang dapat
dipercaya dan mengerti aku. Bersedia menegur dan mengingatkanku tanpa melukai
perasaanku. Memegang teguh janji yang dia ucapkan. Terbuka dalam segala hal
agar saling memahami. Berpenampilan rapi dan menjaga penampilan dengan baik.
Ketampanan bukanlah hal penting. Tidak munafik, aku juga menginginkan orang
yang berkecukupan secara materi. Berjiwa tangguh, tak mudah menyerah, optimis,
mampu me-manage dirinya sendiri dengan atau tanpa aku. Mandiri dan tidak mudah
terbawa arus apalagi terjerumus. Menyayangi keluargaku sebagaimana dia
menyayangi keluarganya, adil bukan? Mampu menempatkan diri dengan baik. Aku
juga ingin, dia mampu membimbingku untuk menjadi individu yang lebih baik. Mau
mendengarkan, bukan hanya sekedar ingin didengar. Tak perlu romantis secara
berlebihan, cukup dengan caranya sendiri tanpa menjiplak ide orang. Seseorang
yang mudah cemburu tapi tidak berlebihan dan tetap berpikir rasional. Karena
cemburu menunjukkan kadar cinta seseorang. Aku termasuk orang yang posesif,
jika aku sangat menyayangi seseorang. Tak peduli, dia hanya jalan dengan teman
wanitanya atau apapun itu. Jika aku tidak mengenal orang tersebut, tolong
hindari. Jaga perasaanku. Karena aku terlalu mudah dikecewakan. Hal kecil saja,
bisa mengganggu pikiran dan perasaanku. Aku suka dilibatkan dalam suatu hal,
membuatku merasa dibutuhkan. Dengan menanyakan pendapat sekecil apapun itu,
akan membuat seluruh perhatianku tertuju padanya. Aku ingin seorang lelaki yang
bisa diandalkan, jadi, tidak bergantung pada orang lain. Inisiatif dan kreatif.
Aku tidak suka orang monoton dan pasif, membuatku tidak nyaman karena merasa
bosan. Sekecil apapun perhatian dan kejutan yang diberikan padaku, akan
menambah keyakinanku. Sekali dibohongi, aku akan terus mengingatnya. Ingatanku
cukup tajam dalam beberapa hal. Aku ingin orang yang bisa menjaga sikap di
hadapan orang lain, tapi menjadi diri sendiri ketika bersamaku. Tegur aku, jika
aku tak mengerti perasaan orang lain. Karena aku kurang peka untuk membaca
perasaan orang lain. Biarkan aku menangis, saat aku membutuhkannya, karena itu
mengurangi sedikit bebanku. Jangan bandingkan aku dengan orang lain, itu sangat
menyakitkan untukku.
Yeni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar