Cinta
CINTA. Satu kata, namun
berjuta arti. Kadang indah, kadang buruk. Kadang membangun mimpi dan impian
baru, kadang menghancurkan harapan yang ada. Kadang membahagiakan, kadang
menyakitkan. Kadang menghadirkan tawa, kadang membawa air mata. Kadang dapat
dipercaya, kadang berkhianat. Kadang membawa terbang ke atas, kadang
menghempaskan jauh ke bawah. Kadang mudah dipahami, kadang sulit dimengerti.
Begitu banyak makna yang
sulit didefinisikan dengan kata-kata. Karena cinta tak sebatas ungkapan semata.
Hati yang merasakan dan melibatkan perasaan. Tingginya tak dapat diukur.
Beratnya tak dapat ditimbang.
Cinta menghadirkan
perasaan baru yang mungkin asing. Emosi. Cemburu. Rasa memiliki. Rasa
kehilangan. Rindu. Dendam. Menerima. Mengalah. Egois. Semua dapat dirasakan
karena cinta hadir. Bahkan cinta hadir tanpa diduga dan direncanakan. Datang
tanpa memilih. Pergi tanpa diperintah.
Cinta mampu menghadirkan
segala sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Membuat semua yang mustahil
menjadi nyata. Membuat orang kehilangan kendali. Membuat orang berbuat tanpa
berpikir. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ada yang bilang, ‘cinta
tak harus memiliki’. Lalu, mengapa semua berusaha memaksakan kehendaknya
masing-masing?
Aneh juga dengan istilah
‘jatuh cinta’. Kenapa harus menggabungkan kata ‘cinta’ dengan
kata ‘jatuh’? Bukankah jatuh itu sakit dan meninggalkan luka? Bagaimana
jika kata ‘jatuh’ diganti dengan kata ‘tangkap’? Aku tidak akan
mempermasalahkan istilah itu, percuma. Lagipula, aku tak mau nasibku akhirnya
seperti orang-orang yang tidak bersalah tapi menjadi kambing hitam. Kambing
hitam? Cukup! Jangan dibahas! Hahahahaha.
Hidup ini memberiku
banyak pelajaran berharga, termaksud cinta. Aku pernah menyayangi seseorang
dengan tulus, namun toh akhirnya aku juga belajar untuk mengikhlaskan itu
semua. Ya . . . walau berat dan sulit.
Hidup memang memberi
kita banyak pilihan, tergantung, jalan mana yang akan kita tempuh. Baik atau
tidak, hasil yang diperoleh. Tergantung pilihan yang kita ambil.
Bijaklah dalam
menentukan. Sesuatu yang terlihat buruk di mata kita, belum tentu sama di mata
orang lain. Begitupun sebaliknya. Hanya kita yang dapat menentukan, baik atau
tidaknya pilihan tersebut. Pikirkan secara baik-baik, sebelum memilih. Gunakan
akal sehat, jangan melibatkan emosi semata. Pertimbangkan baik dan buruknya,
berpikir secara rasional.
Jangan pernah biarkan
cinta menguasai kehidupan kita. Tapi, biarkan kita mengatur dan menguasainya di
kehidupan kita. Apapun yang mengatasnamakan cinta, belum tentu benar. Karena
cinta tidak buta, dan harus menggunakan logika. Melengkapi, memahami, dan
menyayangi. Itulah cinta . . .
Yeni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar