Sabtu, 01 Maret 2014

Cinta



Cinta



CINTA. Satu kata, namun berjuta arti. Kadang indah, kadang buruk. Kadang membangun mimpi dan impian baru, kadang menghancurkan harapan yang ada. Kadang membahagiakan, kadang menyakitkan. Kadang menghadirkan tawa, kadang membawa air mata. Kadang dapat dipercaya, kadang berkhianat. Kadang membawa terbang ke atas, kadang menghempaskan jauh ke bawah. Kadang mudah dipahami, kadang sulit dimengerti.

Begitu banyak makna yang sulit didefinisikan dengan kata-kata. Karena cinta tak sebatas ungkapan semata. Hati yang merasakan dan melibatkan perasaan. Tingginya tak dapat diukur. Beratnya tak dapat ditimbang.

Cinta menghadirkan perasaan baru yang mungkin asing. Emosi. Cemburu. Rasa memiliki. Rasa kehilangan. Rindu. Dendam. Menerima. Mengalah. Egois. Semua dapat dirasakan karena cinta hadir. Bahkan cinta hadir tanpa diduga dan direncanakan. Datang tanpa memilih. Pergi tanpa diperintah.

Cinta mampu menghadirkan segala sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Membuat semua yang mustahil menjadi nyata. Membuat orang kehilangan kendali. Membuat orang berbuat tanpa berpikir. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Ada yang bilang, ‘cinta tak harus memiliki’. Lalu, mengapa semua berusaha memaksakan kehendaknya masing-masing?

Aneh juga dengan istilah ‘jatuh cinta’. Kenapa harus menggabungkan kata ‘cinta’ dengan kata ‘jatuh’? Bukankah jatuh itu sakit dan meninggalkan luka? Bagaimana jika kata ‘jatuh’ diganti dengan kata ‘tangkap’? Aku tidak akan mempermasalahkan istilah itu, percuma. Lagipula, aku tak mau nasibku akhirnya seperti orang-orang yang tidak bersalah tapi menjadi kambing hitam. Kambing hitam? Cukup! Jangan dibahas! Hahahahaha.

Hidup ini memberiku banyak pelajaran berharga, termaksud cinta. Aku pernah menyayangi seseorang dengan tulus, namun toh akhirnya aku juga belajar untuk mengikhlaskan itu semua. Ya . . . walau berat dan sulit.

Hidup memang memberi kita banyak pilihan, tergantung, jalan mana yang akan kita tempuh. Baik atau tidak, hasil yang diperoleh. Tergantung pilihan yang kita ambil.

Bijaklah dalam menentukan. Sesuatu yang terlihat buruk di mata kita, belum tentu sama di mata orang lain. Begitupun sebaliknya. Hanya kita yang dapat menentukan, baik atau tidaknya pilihan tersebut. Pikirkan secara baik-baik, sebelum memilih. Gunakan akal sehat, jangan melibatkan emosi semata. Pertimbangkan baik dan buruknya, berpikir secara rasional.

Jangan pernah biarkan cinta menguasai kehidupan kita. Tapi, biarkan kita mengatur dan menguasainya di kehidupan kita. Apapun yang mengatasnamakan cinta, belum tentu benar. Karena cinta tidak buta, dan harus menggunakan logika. Melengkapi, memahami, dan menyayangi. Itulah cinta . . .

























Yeni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar