Jumat, 21 Februari 2014

Anakku Sayang



Anakku Sayang



Disaat aku tua,,
Bukan lagi diriku yang dahulu..
Maklumlah diriku,,
Bersabarlah dalam menghadapiku..



Disaat aku menumpahkan kuah sayur di bajuku,,
Disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatuku,,
Ingatlah saat-saat aku mengajarimu dan membimbingmu untuk melakukannya..

Disaat aku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,,
Bersabarlah mendengarkanku,, jangan memotong ucapanku..
Dimasa kecilmu,, aku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah aku ceritakan ribuan kali sampai dirimu terbuai dalam mimpi..

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanku,,
Janganlah menyalahkanku..
Ingatlah dimasa kecilmu,, bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi..

Disaat aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dengan penuh teknologi modern,,
Janganlah menertawakanku..
Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap pertanyaan yang engkau ajukan saat kau kecil..

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku..
Bagaikan dimasa kecilmu,, aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan..

Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita,,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya..
Sebenarnya topik pembicaraan bukanlah yang penting bagiku,,
Asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku,, aku telah bahagia..




Disaat . . . engkau melihat diriku menua,,
Janganlah engkau bersedih..
Maklumlah diriku,, dukunglah aku,, bagaikan aku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan..

Dahulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,,
Kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku..
Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu,, aku akan menerimanya dengan senyuman..
Didalam senyumanku ini,, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar